Senin, 21 Februari 2011

Buat Pria, Selingkuh Tak Berarti Cinta

Selasa, 22/2/2011 | 13:28 WIB

KOMPAS.com — Kalau Anda terbuai dalam perselingkuhan, jangan pernah berharap perselingkuhan tersebut berubah menjadi cinta sejati. Pasalnya, umumnya pria tak akan mengubah kisah selingkuhnya menjadi catatan cinta yang berarti bagi dirinya.

Kebanyakan pria hanya ingin berselingkuh dan tak ingin membawa hubungan ke tahapan yang lebih serius.

Ada sejumlah alasan yang menguatkan pria memiliki pendirian semacam itu:

1. Realitas membuktikan, perselingkuhan tak pernah berujung pada hubungan jangka panjang
Sejumlah riset menunjukkan, perselingkuhan nyaris tak pernah berubah menjadi hubungan jangka panjang. Hanya satu dari 10 perselingkuhan yang kemudian berubah menjadi komitmen serius. Kalaupun hubungan beralih menjadi kisah cinta, pada akhirnya komitmen ini berakhir pada perceraian. Mengapa? Ini karena pasangan kehilangan rasa percaya. Pasangan yang berkomitmen setelah menjalani perselingkuhan tak akan saling percaya karena didasari pada pengalaman sebelumnya bahwa mereka pun pernah berselingkuh.

2. Perselingkuhan adalah hubungan yang maya, bukan hal nyata
Banyak pria yang meninggalkan karier, anak, dan keluarga demi mengejar perempuan seksi yang menjadi pasangan selingkuhnya. Namun pada akhirnya, pria melakukan konseling dengan profesional untuk memperbaiki hidupnya yang berantakan. Pria menyadari bahwa berselingkuh hanya membawa hidupnya semakin tak terarah. Perselingkuhan menjadi pelarian dari kondisi pernikahan yang kacau.

3. Anak-anak tak akan menyetujui pasangan selingkuh
Pria cenderung tak melanjutkan perselingkuhan menjadi hubungan berkomitmen karena meyakini anak-anaknya tak akan menerima pasangan selingkuhnya. Dr Buser mengatakan, Anda tak akan pernah bisa menyembunyikan perselingkuhan selamanya dari anak-anak. Saat anak beranjak dewasa, mereka akan membaca terjadinya perubahan dengan kehidupan orangtuanya. Jarang melihat orangtua bermesraan menjadi pertanda yang bisa dipahami anak. Anak yang semakin dewasa juga bisa mengenali gelagat orangtua yang tak lagi berhubungan seks. Anak perempuan juga cenderung sulit memaafkan ayah yang berselingkuh.

"Anak perempuan akan merasa dikhianati jika mengetahui ayahnya berselingkuh," kata Dr Buser.

Jika pria bisa tegas untuk tidak melanjutkan perselingkuhan menjadi hubungan jangka panjang, Anda, sebagai perempuan, tentu juga punya kekuatan yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar